Kelurahan Wates Deklarasi Bebas Mihol

Sabtu, 12 Agustus 2017 19:19:17 - Oleh : Kelurahan Wates
Deklarasi Kelurahan Wates Bebas Mihol  

Dalam rangka Program 100 Hari Pertama Bupati Kulon Progo, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Kulon Progo mencanangkan kegiatan "Kulon Progo Bergerak Menuju Generasi Anti Mihol dan Minuman Memabukkan Lainnya". Salah satu implementasi dari kegiatan ini adalah Deklarasi Anti Mihol (Minuman Beralkohol), dengan target awal akan dilakukan di 25 Desa/Kelurahan.

Deklarasi Bebas Mihol di Kelurahan Wates digelar pada malam Rabu, 8 Agustus 2017 di Balai Kelurahan Wates, yang dihadiri oleh Sekretaris Sat Pol PP Kabupaten Kulon Progo, Drs. Duana Heru Supriyanta, Camat Wates, Ir. Aspiyah, M.Si., dan Kanit Binmas Polsek Wates, AKP. Suprihno. Bertindak selaku tuan rumah Lurah Wates, Agus Wasana, S.I.P., M.M., yang didampingi Kasi Pemerintahan Keamanan dan Ketertiban Kelurahan Wates, Setio Bhakti Wisnugroho, S.E. dan jajaran Kelurahan Wates, serta Bhabinkamtibmas Aipda Nur Rochmanto dan Babinsa Serda Ariyanto. Acara ini mengundang seluruh unsur lembaga kemasyarakatan kelurahan, yaitu LPMK, Ketua RW, Ketua RT, serta perwakilan PKK, Karang Taruna dan Linmas.

Lurah Wates menyambut baik kegiatan Deklarasi Bebas Mihol dan menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat dilakukan tanpa harus menunggu bersihnya peredaran minuman beralkohol. Justru dengan kegiatan seremonial ini, diharapkan menjadi stimulus bagi seluruh elemen warga masyarakat untuk bersama-sama mempersempit ruang gerak peredaran minuman beralkohol dan membentengi diri dan keluarga serta lingkungan sekitar dari konsumsi miras yang telah terbukti merusak generasi.

Camat Wates juga menyampaikan bahwa disamping dilarang agama, minuman beralkohol dan minuman memabukkan lainnya juga tidak baik untuk kesehatan, serta dapat menjadi pintu masuk yang memicu tindakan negative lainnya seperti konsumsi narkoba, tindakan anarkis, bahkan perbuatan kriminal dengan kekerasan.

Kanit Binmas Polsek Wates, AKP. Suprihno menggarisbawahi bahwa Gerakan Kulon Progo Bebas Mihol dan Penutupan Tempat Hiburan Tak Berizin merupakan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam MoU antara Bupati Kulon Progo dan Kapolres Kulon Progo. Saat ini di wilayah Kulon Progo memang marak tumbuh tempat hiburan karaoke yang menjadi salah satu titik peredaran minuman beralkohol. Sehingga penertiban 2 jenis fenomena penyakit masyarakat ini dapat dilakukan sekaligus.

Memasuki paparan materi oleh Sekretaris Sat Pol PP Kabupaten Kulon Progo, Drs. Duana Heru Supriyanta, disampaikan beberapa dasar hukum yang mengatur tentang pengendalian, pengawasan, bahkan sampai larangan peredaran dan penjualan minuman beralkohol. Telah banyak contoh kasus dampak negatif mihol baik yang mengakibatkan korban tewas sia-sia akibat minuman mihol oplosan, maupun kasus kriminal yang dipicu oleh konsumsi mihol. Yang juga mengkhawatirkan adalah peredaran mihol yang juga menyentuh segmen pelajar dan mahasiswa.

Penanggulangan Mihol dilakukan dalam 3 bentuk yaitu Preemptive (pencegahan dini) antara lain melalui sosialisasi dan pertemuan lintas sektoral, Preventive (langkah pencegahan), antara lain dengan razia di sekolah, membentuk jaringan informasi intelijen, deklarasi anti miras serta edukasi dalam keluarga sebagai titik pencegahan paling awal, serta yang terakhir adalah langkah repressive (pemberantasan dengan paksa), antara lain melalui operasi penindakan dan penertiban di titik-titik rawan seperti tempat hiburan, karaoke, café dan penjual miras.

Sekretaris Sat Pol PP juga menjelaskan tentang klasifikasi minuman beralkohol yang terbagi dalam 3 jenis yaitu Golongan A (Etanol atau Etil Alkohol dengan kadar s/d 5%), Golongan B (Etanol berkadar 5% s/d 20%) dan Golongan C (Etanol berkadar 20% s/d 55%). Juga dipaparkan tentang beberapa varian minuman oplosan seperti susu macan, sunrise, mansion cola, mix and blend dan berbagai jenis obat penenang. Penjelasan ini dimaksudkan sebagai bagian edukasi untuk memberikan pemahaman masyarakat terhadap berbagai jenis barang haram tersebut.

Deklarasi Anti Mihol dan Minuman Memabukkan Lainnya mencakup dua hal penting yaitu :

1.         Menolak meminum, memproduksi, mengoplos, mengedarkan, menjual, menimbun dan atau menyediakan mihol dan minuman memabukkan lainnya,

2.         Bersama-sama melakukan pengawasan, melaporkan atau memberikan informasi kepada pejabat yang berwenang terhadap peredaran dan konsumsi mihol dan minuman memabukkan lainnya.

Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan  Deklarasi Anti Mihol dan Minuman Memabukkan Lainnya oleh seluruh peserta yang hadir. Diharapkan gerakan ini tidak hanya berhenti pada deklarasi, namun juga diimplementasikan oleh seluruh stakeholder, baik pada jajaran pemerintahan maupun dukungan warga masyarakat pada umumnya.

« Kembali | Kirim | Versi cetak